Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan acara pelantikan Wakil Ketua dan Hakim Tinggi yang berlangsung khidmat pada Kamis (12/2). Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Timur beserta jajaran Panitera dan Sekretaris. Ketua PA Bondowoso, Zainal Arifin, S.Ag., M.H., turut hadir memenuhi undangan dengan didampingi oleh Panitera (As'ari, S.H.) dan Sekretaris (Akhmadi, S.H) untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Aula K.H. Abdullah Shiddiq menjadi saksi bisu penguatan formasi pimpinan baru di lingkungan PTA Surabaya tersebut.
Memasuki pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi pembinaan intensif yang dipimpin langsung oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya implementasi "Manhaj Peradilan Agama" sebagai strategi perjuangan dan pedoman berpikir dalam menggerakkan organisasi. Pimpinan juga memaparkan visi "Peradilan Inklusif" yang memberikan layanan afirmatif bagi kelompok rentan serta "Peradilan Tangguh" yang aman dari segala hambatan dan risiko. Pembinaan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi seluruh pimpinan pengadilan di tingkat pertama dalam mewujudkan misi Mahkamah Agung.

Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam pembinaan tersebut adalah penguatan integritas melalui prinsip Zero Tolerance dan Zero Complain. Ketua PTA Surabaya dalam arahannya menegaskan, "Manhaj Peradilan Agama adalah kebijakan yang ditetapkan untuk mewujudkan visi Mahkamah Agung melalui strategi perjuangan yang menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak". Beliau juga mendorong pengoptimalan inovasi Satria Majapahit Juara (SAMARA) untuk menjamin perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian di wilayah Jawa Timur. Kutipan tersebut menjadi pemacu semangat bagi para pimpinan pengadilan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi mengenai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai instansi seperti Kejati, Polda, dan OJK untuk memperkuat ketahanan keluarga. Melalui koordinasi yang solid, diharapkan seluruh satuan kerja di bawah PTA Surabaya dapat mempertahankan reputasi dan meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional. Seluruh peserta, termasuk delegasi dari PA Bondowoso, berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil pembinaan ini di daerah masing-masing. Sinergi yang terbangun melalui acara ini diharapkan mampu menciptakan peradilan yang modern, anggun, dan berkelas dunia.