Jumat, 13 Februari 2026, Pengadilan Agama Situbondo mengikuti kegiatan pendampingan persiapan Hakim Tinggi Pengawas Daerah (HATIWASDA). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting di ruang media center kantor. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan satuan kerja dalam menghadapi pengawasan berkala. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh perhatian oleh jajaran pimpinan dan pegawai. Suasana diskusi berlangsung serius namun tetap interaktif. Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran pengawasan.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, Panitera, Sekretaris, serta pegawai Pengadilan Agama Situbondo. Setiap bagian mencermati dengan seksama arahan yang disampaikan oleh tim pendamping. Materi yang dibahas mencakup kelengkapan administrasi, tertib pengelolaan perkara, serta manajemen kesekretariatan. Seluruh peserta aktif mencatat poin-poin penting yang perlu segera ditindaklanjuti. Pendampingan ini juga menjadi sarana evaluasi internal sebelum pelaksanaan pengawasan. Dengan adanya arahan tersebut, diharapkan tidak ada kekurangan dalam aspek administrasi maupun teknis.

Dalam Zoom Meeting tersebut disampaikan berbagai dokumen yang perlu dipersiapkan, baik di bidang kepaniteraan maupun kesekretariatan. Dokumen kepaniteraan meliputi administrasi perkara, register, hingga laporan kinerja penanganan perkara. Sementara itu, pada bagian kesekretariatan difokuskan pada pengelolaan keuangan, kepegawaian, serta Barang Milik Negara. Penjelasan disampaikan secara rinci agar setiap unit memahami tanggung jawabnya masing-masing. Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya terkait kendala yang dihadapi. Hal ini menjadikan pendampingan berlangsung dua arah dan solutif.
Ketua Pengadilan Agama Situbondo, Drs. Safi’, M.H., menegaskan pentingnya kesiapan seluruh aparatur dalam menghadapi pengawasan. Ia menyampaikan bahwa pengawasan bukan semata-mata penilaian, tetapi juga bagian dari pembinaan. “Kegiatan ini adalah momentum untuk memperbaiki dan menyempurnakan tata kelola yang sudah berjalan,” ujarnya. Beliau mengingatkan agar setiap bagian segera melengkapi dokumen yang masih kurang. Menurutnya, sinergi antarbagian menjadi faktor utama keberhasilan persiapan. Arahan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk bekerja lebih optimal.