img-logo img-logo
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR KOMUNIKASI EFEKTIF
PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR KOMUNIKASI EFEKTIF
Tanggal Rilis Berita : 03 Maret 2026, Pukul 14:38 WIB, Telah dilihat 15 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Selasa, 03 Maret 2026, Penata Layanan Operasional Pengadilan Agama Situbondo, Laily Agustin, S.Kom., mengikuti Webinar Pelatihan Komunikasi Efektif bagi ASN Perempuan yang diselenggarakan secara daring. Kegiatan tersebut diikuti dari ruang kesekretariatan dengan penuh perhatian dan antusiasme. Webinar ini menghadirkan narasumber Zuy Husni yang membahas pentingnya komunikasi efektif dalam lingkungan kerja. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan dinamika organisasi modern yang melibatkan berbagai generasi. Peserta mendapatkan wawasan baru mengenai strategi komunikasi yang adaptif dan solutif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas ASN perempuan di lingkungan peradilan.

WhatsApp Image 2026 03 03 at 14.25.40

Dalam pemaparannya, Zuy Husni menyampaikan bahwa lebih dari 60% konflik internal dalam organisasi bersumber dari ketidaksepahaman komunikasi lintas generasi. Ia menjelaskan bahwa perbedaan pola pikir, gaya komunikasi, serta ekspektasi kerja seringkali menjadi pemicu gesekan. “Konflik bukan selalu karena niat buruk, tetapi sering karena cara kita berkomunikasi yang tidak selaras,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa memahami karakter setiap generasi menjadi kunci dalam membangun hubungan kerja yang harmonis. Perbedaan tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang tepat. Dengan begitu, potensi konflik dapat diminimalisir sejak awal.

WhatsApp Image 2026 03 03 at 13.35.12

Narasumber juga memaparkan pentingnya kemampuan mendengarkan secara aktif dalam komunikasi organisasi. Menurutnya, mendengarkan bukan sekadar menunggu giliran berbicara, melainkan benar-benar memahami maksud lawan bicara. “Active listening adalah fondasi komunikasi efektif yang sering diabaikan,” jelasnya. Ia mengajak peserta untuk lebih peka terhadap bahasa verbal maupun nonverbal. Sikap empati dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. Dengan komunikasi dua arah yang sehat, koordinasi tim dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, Zuy Husni menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang jelas, lugas, dan tidak multitafsir. Ia menyampaikan bahwa pesan yang tidak disampaikan secara spesifik berpotensi menimbulkan salah pengertian. “Sampaikan pesan dengan ringkas, jelas, dan sesuai konteks agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi digital memerlukan kehati-hatian ekstra. Pemilihan kata dalam pesan tertulis harus dipertimbangkan dengan matang. Hal tersebut penting untuk menjaga profesionalisme dalam lingkungan kerja.