Selasa, 03 Maret 2026, Penata Layanan Operasional Pengadilan Agama Situbondo, Rezha Suci Kusuma, S.H., mengikuti Webinar Swasembada Air di Era Digital dengan tema Mendorong Penggunaan Air yang Bijak dan Berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti dari ruang kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini menghadirkan narasumber Budi dari Direktorat Air Minum, Ditjen Cipta Karya. Materi yang disampaikan berfokus pada kondisi eksisting dan proyeksi wilayah air minum di kawasan Jawa Pantura. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian mengingat pentingnya isu ketersediaan air bersih. Topik ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Budi menjelaskan bahwa wilayah Jawa Pantura memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air minum. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk dan urbanisasi menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan air bersih. “Kondisi eksisting menunjukkan adanya tekanan terhadap sumber daya air di wilayah Pantura,” jelasnya. Ia juga memaparkan data mengenai cakupan layanan air minum yang masih perlu ditingkatkan. Beberapa daerah mengalami keterbatasan akses akibat faktor infrastruktur dan kualitas sumber air. Hal ini memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk mencari solusi berkelanjutan.

Lebih lanjut, Budi memaparkan proyeksi kebutuhan air minum di masa mendatang berdasarkan tren pertumbuhan wilayah. Ia menyebutkan bahwa tanpa perencanaan matang, risiko krisis air dapat semakin meningkat. “Proyeksi kami menunjukkan kebutuhan air akan terus bertambah seiring perkembangan kawasan industri dan permukiman,” ujarnya. Oleh karena itu, perencanaan berbasis data menjadi kunci utama dalam pengelolaan air. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membantu pemantauan dan pengendalian distribusi air. Transformasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada air.
Narasumber juga menekankan pentingnya penggunaan air secara bijak di lingkungan kerja maupun rumah tangga. Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam penghematan air. “Swasembada air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi langkah awal menuju keberlanjutan. Penggunaan air yang efisien akan membantu menjaga ketersediaan sumber daya untuk generasi mendatang. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan.