Rabu, 04 Maret 2026, Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Zidqy Dendy Ardiansyah, S.Kom., mengikuti Webinar bertajuk Verifikasi Arsip Statis Hasil Penyelamatan dan Pengolahan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Zidqy mengikuti kegiatan tersebut dari ruang Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini menghadirkan narasumber Ernawati yang memberikan pemaparan mengenai proses verifikasi arsip statis. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah yang memiliki tugas di bidang kearsipan. Tujuan dari webinar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan dan verifikasi arsip statis secara profesional.

Dalam pembukaan materi, Ernawati menjelaskan pentingnya arsip sebagai sumber informasi yang memiliki nilai historis dan administratif. Arsip statis merupakan arsip yang memiliki nilai guna permanen sehingga harus dijaga dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, proses verifikasi menjadi tahap penting dalam memastikan keaslian serta kelengkapan arsip tersebut. Proses ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa arsip yang disimpan telah melalui tahapan penyelamatan dan pengolahan yang benar. “Verifikasi arsip statis menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa arsip yang disimpan benar-benar memiliki nilai guna jangka panjang,” jelas Ernawati dalam pemaparannya. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman baru bagi para peserta webinar.

Narasumber juga menjelaskan bahwa proses penyelamatan arsip dilakukan untuk melindungi dokumen penting dari kerusakan maupun kehilangan. Tahapan ini meliputi identifikasi, pengumpulan, serta penilaian terhadap arsip yang memiliki nilai penting. Setelah melalui proses penyelamatan, arsip kemudian diolah agar lebih mudah diakses dan dimanfaatkan. Proses pengolahan tersebut melibatkan penataan, pencatatan, serta penyusunan sistem penyimpanan yang baik. Ernawati menegaskan bahwa pengelolaan arsip harus dilakukan secara sistematis dan terstandar. “Arsip yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber informasi yang sangat berharga bagi organisasi,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Diskusi tersebut membahas berbagai kendala yang sering dihadapi dalam pengelolaan arsip di instansi pemerintah. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan arsip di tempat kerja masing-masing. Hal ini menambah wawasan serta memberikan gambaran nyata mengenai implementasi pengelolaan arsip. Ernawati menyampaikan bahwa pengelolaan arsip yang baik membutuhkan komitmen serta kesadaran dari seluruh pegawai. “Kearsipan bukan hanya tanggung jawab arsiparis, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga informasi organisasi,” tuturnya.