Dalam rangka meningkatkan disiplin aparatur serta kualitas layanan publik, Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun kembali melaksanakan agenda rutin briefing dan do'a pagi bersama pagi pada Rabu, (1/4/2026). Kegiatan yang diikuti oleh para hakim, pejabat struktural dan fungsional serta PNS, PPPK, dan CPNS staf pelaksana. Kegiatan ini juga diikuti oleh petugas keamanan PA Kota Madiun serta siswi magang dari SMK Negeri 2 Madiun dan SMK Negeri 2 Jiwan.
Briefing pagi dan do’a bersama yang berlangsung di ruang tunggu PTSL pada pukul 07.40 WIB ini dilaksanakan sebagai sarana pembinaan sekaligus penguatan integritas kerja seluruh aparatur dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Kegiatan diawali dengan pengumandangan Yel-Yel PA Kota Madiun secara bersama-sama guna membangun energi positif dan semangat kerja sebagai wujud komitmen untuk melayani dengan sepenuh hati, cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab.



Dalam pembinaan Wakil Ketua PA Kota Madiun Imam Safi’i, S.H.I., M.H. menyampaikan pesan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. dalam pembinaan dan monitoring evaluasi Zona Integritas bahwa seluruh Pimpinan dan jajaran aparatur Pengadilan Agama di wilayah PTA Surabaya termasuk PA Kota Madiun yang telah berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) untuk senantiasa berkomitmen menjaga predikat WBK yang telah diraih dengan memperkuat integritas dan profesinalisme kerja, bertanggung jawab menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan publik untuk memberikan pelayanan yang semakin baik dan responsif terhadap masyarakat. Mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan peradilan dengan mengimplementasikan pada pelaksanaan tupoksi sehari-hari dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjaga integritas dan disiplin kerja serta berperilaku anti korupsi menolak gratifikasi.
Selaras dengan pesan tersebut, Wakil Ketua PA Kota Madiun Imam Safi’I, S.H.I., M.H. berharap seluruh aparatur PA Kota Madiun senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kode etik. Integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga marwah peradilan dan kepercayaan publik terhadap institusi. Profesionalisme tanpa integritas akan melahirkan kerentanan, sementara integritas tanpa profesionalisme berpotensi menimbulkan stagnasi. Keduanya harus berjalan beriringan dalam mewujudkan visi PA Kota Madiun, PTA Surabaya, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dengan internalisasi Zona Integritas pada diri masing-masing sehingga akan tercipta suasana kerja yang kondusif, aman, nyaman dan harmonis sebagai pendukung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena pelayanan yang berkualitas merupakan wujud implementasi dari internalisai dari nilai-nilai Zona Integritas melalui budaya kerja yang baik yang telah dimiliki oleh setiap aparatur dalam setiap aspek kerja yang meliputi: peningkatan tata kelola dan manajemen pengadilan, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, transparansi dalam pengelolaan sumber daya, serta peningkatan kompetensi dan etika kerja seluruh anggota pengadilan. Hingga pelayanan yang melebihi ekspektasi dari pengguna layanan dan menjamin pelayanan yang cepat serta kepuasan pengguna layanan melalui implementasi nilai-nilai Mahkamah Agung dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan yang kedepannya siap melanjutkan pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sementara itu, Sekretaris PA Kota Madiun Agus Widyanto, S.H.I. menambahkan bahwa aspek administratif juga menjadi kunci dalam mempertahankan predikat WBK sekaligus menatap target yang lebih tinggi. Beliau mendorong seluruh aparatur untuk mulai mempersiapkan diri melanjutkan estafet pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2027.
“Diharapkan seluruh aparatur PA Kota Madiun bersinergi mematangkan dokumen pendukung dan memperkuat komitmen di setiap lini pelayanan. Salah satu strateginya adalah melalui inovasi-inovasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan para pencari keadilan agar birokrasi yang bersih dan melayani benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata.”, pungkas Sekretaris PA Kota Madiun.
Agenda briefing ditutup dengan do’a bersama sebagai harapan agar PA Kota Madiun senantiasa diberikan kelancaran dalam meningkatkan performa kinerja secara berkelanjutan demi tercapainya kepuasan masyarakat yang optimal.