Selasa, 31 Maret 2026, Pengadilan Agama Situbondo menghadiri kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya di Aston Gresik Hotel & Conference Center. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan pasca perayaan Idulfitri. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi wujud komitmen dalam menjaga hubungan baik antar satuan kerja. Acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan peradilan agama. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir. Momentum ini dimanfaatkan untuk saling bermaafan dan memperkuat kebersamaan.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Timur. Kehadiran para pimpinan dari berbagai satuan kerja menunjukkan soliditas dan kekompakan antar lembaga. Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa dalam setiap interaksi yang terjadi. Para peserta saling menyapa dan berbincang dalam suasana santai namun tetap penuh makna. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan mempererat koordinasi. Hal ini penting dalam mendukung peningkatan kinerja peradilan agama secara menyeluruh.
Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H.. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antar satuan kerja. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang baik akan menjadi kunci dalam mewujudkan peradilan yang berkualitas. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian. Sambutan tersebut menjadi pembuka yang memberikan energi positif bagi seluruh hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesan yang sangat kuat terkait pembangunan Zona Integritas. “Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program,” tegas beliau. Pernyataan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta. Pesan ini menjadi pengingat bahwa reformasi birokrasi harus terus dijaga konsistensinya. Nilai-nilai integritas diharapkan dapat tertanam dalam setiap individu. Hal ini menjadi landasan penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.