
5 (lima) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun selesai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Golongan II dan III secara Blended Learning Tahun 2026 di Lingkungan Mahkamah Agung RI pada Rabu, (22/4/2026). Kelima CPNS ini adalah Ilham Akbar, S.T. (Teknisi Sarana dan Prasarana), Aprilia Septyaningsih, S.H. (Klerek - Analis Perkara Peradilan), Irawati, A.Md. (Klerek - Dokumentalis Hukum), Fitria Endryana, A.Md. (Klerek - Dokumentalis Hukum) dan Nuriya Fadhila Bahari, A.Md. (Klerek - Dokumentalis Hukum).
5 CPNS PA Kota Madiun ini selesai mengikuti kegiatan Latsar setelah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Golongan II dan III Angkatan 1 sampai dengan 9 Tahun 2026 dan ditutup pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Auditorium Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Adapun rangkaian penyelenggaraan Latsar CPNS Mahakamah Agung tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan c.q Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI. dengan metode Blended Learning dan telah diikuti oleh 5 CPNS PA Kota Madiun, guna memastikan kompetensi peserta terbentuk secara komprehensif, diantaranya:

Pada kegiatan penutupan dihadiri oleh Kepala BSDK MA RI Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., Sekretaris BSDK MA RI Dr. drs. Ach. Jufri, S.H., M.H., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan D.Y. Witanto, S.H., para hakim yustisial, widyaiswara, serta seluruh unsur panitia penyelenggara.
Dalam Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan D.Y. Witanto, S.H. menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS ini berlangsung sesuai SK Penetapan Peserta, dengan total 647 jam pelajaran (JP) atau selama 74 hari, terhitung sejak 10 Januari sampai dengan 20 April 2026. Selama masa pelatihan, peserta menjalani rangkaian pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan integritas sebagai calon aparatur peradilan.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan pelatihan, evaluasi dilakukan oleh Subbagian Evaluasi Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan, yang meliputi evaluasi kepada peserta dan evaluasi kepada penyelenggara. Adapun penilaian kepada peserta terdiri atas evaluasi sikap perilaku sebesar 15 persen, tes akademik 20 persen, rancangan aktualisasi 20 persen, pelaksanaan aktualisasi 30 persen, serta penguatan kompetensi teknis bidang tugas 15 persen.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, seluruh peserta Latsar CPNS Gelombang I Golongan II dan III Tahun 2026 dari Angkatan 1 sampai dengan Angkatan 9 dinyatakan lulus seluruhnya. Pengumuman kelulusan itu disambut dengan rasa syukur dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan nama-nama tiga peserta terbaik dari masing-masing angkatan, yang semakin menambah semarak suasana penutupan. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, konsistensi, dan dedikasi peserta selama mengikuti proses pelatihan.

Dalam sambutan penutupnya, Kepala BSDK MA RI Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Latsar. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan ini tidak terlepas dari peran para hakim yustisial, widyaiswara, pelatih, serta panitia pelaksana yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.
Dalam pesannya, beliau juga mengangkat makna mendalam dari ungkapan sami’na wa atha’na — kami mendengar dan kami taat. Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan kerja, khususnya di lingkungan peradilan. Sami’na berarti kesediaan untuk mendengar dengan saksama, memahami arahan, menerima pembinaan, dan membuka diri terhadap nasihat. Sementara atha’na berarti ketaatan untuk melaksanakan amanah, aturan, serta tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Dalam dunia kerja, sikap ini melahirkan pribadi yang disiplin, rendah hati, mudah diarahkan kepada kebaikan, dan tidak berjalan menurut ego pribadi. Dari ketaatan yang benar lahir profesionalitas, dari profesionalitas tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah masa depan yang baik dibangun. Beliau pun mengingatkan agar para peserta tetap kreatif dan komunikatif, namun tidak meninggalkan nilai kepatuhan, etika, dan semangat kolaborasi.

Prosesi penutupan Latsar berlangsung khidmat dan penuh haru. Penutupan secara simbolis ditandai dengan penanggalan kartu peserta, yang menandakan berakhirnya masa Pelatihan Dasar CPNS Gelombang I Golongan II dan III Tahun 2026. Momen tersebut, menjadi penanda berakhirnya satu fase penting sekaligus dimulainya perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.
Rangkaian Latsar yang telah dilalui menjadi pijakan awal yang sangat berarti bagi para peserta. Proses tersebut bukan hanya menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan integritas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang mempersatukan peserta dari berbagai wilayah dalam satu semangat pengabdian. Kebersamaan yang terbangun selama pelatihan mencerminkan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan kolaborasi sebagai fondasi dalam mendukung terwujudnya institusi peradilan yang semakin baik, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Ketua PA Kota Madiun, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I. berharap, setelah lulus mengikuti seluruh rangkaian latsar para CPNS PA Kota Madiun dapat bertransformasi menjadi ASN yang berkualitas, mumpuni, dan memiliki integritas tinggi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan di PA Kota Madiun.