Selasa, 28 April 2026, Sekretaris Pengadilan Agama Situbondo, Hillyah Sa’diah, S.H., M.H., mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko hari kedua. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan risiko di lingkungan peradilan. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui platform Learning Management System (LMS) dan Zoom Meeting. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dari Media Center Pengadilan Agama Situbondo. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan interaktif meskipun dilakukan secara virtual. Hal ini menunjukkan komitmen peserta dalam menyerap materi yang diberikan secara maksimal.

Materi yang disampaikan pada hari kedua ini berfokus pada proses bisnis dalam organisasi. Pemahaman proses bisnis dinilai penting sebagai dasar dalam mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin terjadi. Narasumber menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan dalam proses bisnis yang efektif. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami hubungan antara proses bisnis dan manajemen risiko. Dengan demikian, setiap unit kerja dapat mengelola risiko secara sistematis. “Proses bisnis yang jelas akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko,” ujar narasumber.

Nela Eka Putri dari PKN BPK, selaku narasumber memberikan pemaparan terkait implementasi manajemen risiko di sektor publik. Ia menekankan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Materi disampaikan secara komprehensif dengan contoh-contoh yang relevan. Peserta diberikan gambaran nyata tentang penerapan manajemen risiko di instansi pemerintah. Hal ini membantu peserta untuk lebih memahami konsep yang disampaikan. “Manajemen risiko bukan hanya teori, tetapi harus diterapkan dalam setiap proses kerja,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya. Interaksi ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk menggali informasi lebih dalam. Berbagai pertanyaan terkait implementasi di satuan kerja turut disampaikan. Narasumber memberikan jawaban yang jelas dan solutif terhadap setiap pertanyaan. Diskusi berjalan aktif dan memberikan wawasan baru bagi peserta. Hal ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan produktif.