Lumajang – Melita Nur Febrianti, mahasiwa program magang Gelombang 2 dari Fakultas Hukum Universitas Lumajang (UNILU), menunjukkan dedikasi tinggi saat menjalankan praktik kerja di Pengadilan Agama (PA) Lumajang. Pada Selasa tanggal 28 April 2026, di Ruang Kepaniteraan PA Lumajang Melita tengah fokus menguji kemampuan teknisnya dalam menyusun berbagai instrumen berkas perkara yang menjadi bagian krusial dalam administrasi peradilan. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori hukum di kelas, tetapi juga mahir dalam praktik lapangan yang sesungguhnya.

Fokus utama praktik kali ini adalah pembuatan instrumen resmi untuk pemanggilan para pihak yang akan menghadiri persidangan di PA Lumajang. Dengan pendampingan dari staf kepaniteraan, Sholihin, S.H., Melita harus memastikan setiap detail dalam surat panggilan tersebut disusun secara akurat sesuai dengan prosedur hukum acara yang berlaku. Ketelitian menjadi kunci utama agar proses pemanggilan dianggap sah secara hukum dan tidak menghambat jalannya persidangan.
“Melalui praktek dan bimbingan ini, saya belajar memahami alur birokrasi dan teknis penulisan dokumen hukum yang formal”, ujar Melita. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab besar seorang praktisi hukum dalam menjaga kelancaran administrasi keadilan. Melita mengaku tantangan terbesar adalah menyelaraskan kecepatan kerja dengan ketepatan data yang harus dimasukkan ke dalam sistem.

Dosen pembimbing dari Fakultas Hukum UNILU berharap praktik Gelombang 2 ini dapat mencetak lulusan yang siap terjun langsung ke dunia kerja profesional. Keberhasilan Melita dalam menyusun instrumen berkas perkara ini membuktikan bahwa mahasiswa UNILU memiliki kompetensi yang bersaing di lembaga peradilan. Program magang ini pun terus diperkuat sebagai jembatan emas antara dunia akademik dan realitas praktik hukum di Indonesia.