img-logo img-logo
Perkuat Resiliensi Psikologis, Aparatur PA Kota Malang Ikuti Sosialisasi Mental Health Awareness Ditjen Badilag
Perkuat Resiliensi Psikologis, Aparatur PA Kota Malang Ikuti Sosialisasi Mental Health Awareness Ditjen Badilag
Tanggal Rilis Berita : 13 Mei 2026, Pukul 15:11 WIB, Telah dilihat 3 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Kodya Malang

MALANG – Menyadari pentingnya keseimbangan psikologis dalam menjalankan tugas negara, pimpinan beserta seluruh aparatur Pengadilan Agama (PA) Kota Malang mengikuti kegiatan peningkatan kesadaran dan ketangguhan mental (Mental Health Awareness) pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia ini dipusatkan di Ruang Media Center satker masing-masing. Agenda ini bertujuan untuk membekali para penegak keadilan dengan kapasitas profesional dan integritas yang ditopang oleh ketangguhan mental (psychological resilience) yang kuat. 
 

Whats-App-Image-2026-05-13-at-09-04-16

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini mengangkat tema strategis "Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara". Dalam sesi masterclass, hadir narasumber istimewa yaitu CEO ESQ Corp, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, yang memaparkan pentingnya pengelolaan emosi dan mental di tengah dinamisnya tantangan tugas di lingkungan peradilan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan beban kerja harian aparatur pengadilan yang sering kali berhadapan langsung dengan konflik kepentingan dan kompleksitas perkara yang menguras energi psikis. 
 

Whats-App-Image-2026-05-13-at-09-04-15

Partisipasi aktif seluruh pimpinan dan aparatur PA Kota Malang dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara holistik. Bagi PA Kota Malang, kesehatan mental bukan sekadar isu personal, melainkan kunci utama untuk tetap mampu memberikan pelayanan publik yang prima, akuntabel, dan tetap berintegritas. Melalui teknik-teknik resiliensi yang diajarkan, diharapkan aparatur pengadilan mampu menjaga stabilitas emosional sehingga produktivitas kerja tetap terjaga meskipun berada di bawah tekanan tugas yang tinggi. 

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berkonsultasi mengenai strategi menghadapi tekanan di tempat kerja. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Bapak Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan bahwa jiwa yang sehat adalah fondasi utama bagi tegaknya keadilan yang hakiki. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PA Kota Malang siap melangkah lebih pasti dalam mewujudkan visi peradilan yang agung dengan sumber daya manusia yang tangguh secara lahir maupun batin.