Kamis, 16 Juli 2026, Hakim Pengadilan Agama Situbondo, Moh. Bahrul Ulum, S.H.I., mengikuti Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Tahun 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan seleksi untuk mengisi jabatan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas IB di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pelaksanaan tes dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan sistem yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara. Dari Pengadilan Agama Situbondo, kegiatan diikuti di Ruang Hakim dengan tetap memperhatikan ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian pelaksanaan tes berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kesungguhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan proses seleksi pejabat yang profesional, objektif, dan transparan.

Fit and Proper Test merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penilaian kompetensi, integritas, kepemimpinan, dan kapasitas calon pimpinan pengadilan. Melalui mekanisme seleksi ini, diharapkan akan lahir pemimpin yang mampu membawa satuan kerja menuju peningkatan kualitas pelayanan peradilan. Proses seleksi juga menjadi bentuk komitmen Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam menerapkan sistem merit pada pengembangan karier aparatur peradilan. Seluruh peserta mengikuti tahapan ujian secara mandiri dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme. Pelaksanaan secara elektronik memberikan kemudahan sekaligus menjamin efektivitas pelaksanaan seleksi di berbagai daerah. Sistem tersebut juga mendukung terciptanya proses seleksi yang lebih efisien dan akuntabel.

Selama pelaksanaan tes, Moh. Bahrul Ulum, S.H.I., mengikuti seluruh rangkaian ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Berbagai aspek penilaian menjadi bagian dari proses seleksi guna mengukur kemampuan calon dalam menjalankan fungsi kepemimpinan di lingkungan peradilan agama. Materi yang diujikan dirancang untuk menggambarkan kompetensi manajerial, kemampuan teknis yudisial, integritas, serta pemahaman terhadap kebijakan Mahkamah Agung. Seluruh tahapan dikerjakan secara elektronik dengan pengawasan sesuai prosedur yang berlaku. "Fit and Proper Test ini merupakan kesempatan untuk mengukur kesiapan dan kapasitas calon pimpinan dalam mengemban amanah yang lebih besar di lingkungan peradilan," ujar Moh. Bahrul Ulum, S.H.I. Pernyataan tersebut mencerminkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai aparatur peradilan.
Pelaksanaan seleksi secara elektronik menjadi salah satu bentuk transformasi digital dalam proses pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Mahkamah Agung. Sistem yang digunakan memungkinkan proses seleksi berlangsung secara efektif tanpa mengurangi kualitas penilaian terhadap peserta. Selain itu, metode ini juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti seleksi secara adil. Penggunaan teknologi informasi diharapkan semakin memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi jabatan. "Setiap tahapan seleksi harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi institusi," tambah Moh. Bahrul Ulum, S.H.I. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kepemimpinan peradilan yang berkualitas.