Senin, 12 Oktober 2026, pegawai Pengadilan Agama Situbondo mengikuti kegiatan briefing peserta Bimbingan Teknis Calon Panitera Pengganti. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti dari ruang kerja masing-masing. Briefing ini menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan bimbingan teknis. Dalam kegiatan tersebut, Panitera Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. Ma’sum Umar, S.H., M.H., menyampaikan sambutan kepada para peserta. Arahan yang diberikan menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami pentingnya kesiapan dalam mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengikuti bimbingan teknis dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Panitera Pengadilan Tinggi Agama Surabaya memberikan perhatian terhadap kesiapan peserta dalam mengikuti bimbingan teknis calon Panitera Pengganti. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi pegawai untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kemampuan di bidang kepaniteraan. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Kesiapan mengikuti kegiatan juga mencakup kedisiplinan, keseriusan, dan komitmen untuk menyerap materi yang diberikan. Panitera PTA Surabaya menyampaikan, “Ikuti setiap tahapan bimbingan teknis dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan tugas kepaniteraan.” Arahan tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan kompetensi membutuhkan kemauan belajar dan tanggung jawab dari setiap peserta.

Bimbingan teknis calon Panitera Pengganti memiliki arti penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Penguasaan tugas kepaniteraan membutuhkan pemahaman terhadap prosedur dan administrasi perkara yang berlaku. Peserta perlu membangun kebiasaan kerja yang teliti agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara tepat. Selain itu, kemampuan berkoordinasi juga diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan pengadilan. Panitera PTA Surabaya menambahkan, “Ketelitian dan pemahaman terhadap prosedur merupakan bekal penting dalam melaksanakan tugas kepaniteraan secara profesional.” Dengan mengikuti bimbingan teknis secara optimal, peserta diharapkan dapat memperkuat kesiapan dalam menjalankan tanggung jawab kedinasan.
Pelaksanaan briefing secara daring memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti arahan tanpa harus berada di satu lokasi yang sama. Pemanfaatan Zoom Meeting mendukung penyampaian informasi dan komunikasi antara penyelenggara dengan peserta. Meskipun dilaksanakan secara virtual, peserta tetap diharapkan menjaga kedisiplinan dan memperhatikan setiap arahan yang disampaikan. Kesiapan perangkat dan kondisi ruang kerja juga menjadi faktor pendukung kelancaran kegiatan. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan secara virtual tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi dan pembekalan yang efektif.