Menuju Peradilan Berkelas Dunia, PTA Surabaya Jalin MOU Dengan UiTM Malaysia
Kuala Lumpur, 27 Agustus 2026 — Komitmen Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya dalam mewujudkan peradilan berkelas dunia terus diwujudkan melalui penguatan jejaring dan kerja sama internasional. Bertempat di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia, PTA Surabaya bersama sejumlah Pengadilan Agama di Jawa Timur melaksanakan kerja sama akademik dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan UiTM Malaysia, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan delegasi PTA Surabaya dan Pengadilan Agama se-Jawa Timur ke Malaysia pada 26–28 Agustus 2026. Berdasarkan Surat Tugas Ketua PTA Surabaya Nomor 4663/KPTA.W13-A/ST.KP7.1/VIII/2026, rangkaian kegiatan meliputi audiensi dan kunjungan kehormatan ke KBRI Kuala Lumpur, kerja sama akademik dan studium generale, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan UiTM, serta studi banding tata kelola peradilan syariah dan manajemen arsip di Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur.
Delegasi dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., bersama para Ketua Pengadilan Agama, Panitera, dan Sekretaris dari sejumlah Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan di UiTM Shah Alam diawali dengan penyambutan delegasi oleh pimpinan Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS) UiTM. Delegasi selanjutnya mengikuti International Intellectual Conference/Studium Generale yang menghadirkan Ketua PTA Surabaya dan Ketua Pengadilan Agama Kota Malang sebagai narasumber utama.

Dalam forum tersebut dibahas tema “Integrasi Hukum Islam Dalam Sistem Hukum di Indonesia”, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Forum akademik ini menjadi ruang pertukaran wawasan antara praktisi peradilan Indonesia dengan lingkungan akademik UiTM mengenai perkembangan hukum Islam dan implementasinya dalam sistem hukum Indonesia.
Kehadiran delegasi PTA Surabaya dalam forum akademik internasional tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan pengalaman peradilan agama di Indonesia sekaligus memperluas wawasan melalui dialog akademik lintas negara. KPTA Surabaya berharap pertukaran perspektif antara praktisi peradilan dan akademisi diharapkan dapat memperkaya pemahaman serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan ilmu hukum Islam.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTA Surabaya dan 10 Pengadilan Agama delegasi dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kemitraan kelembagaan antara lingkungan peradilan agama di Jawa Timur dengan salah satu institusi pendidikan tinggi di Malaysia.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup kemitraan bidang pendidikan dan pelatihan serta pertukaran informasi, pengetahuan, dan riset bersama (knowledge sharing).

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Melalui pendidikan dan pelatihan, aparatur peradilan dapat memperoleh wawasan dan kompetensi baru, sementara pertukaran informasi dan riset bersama dapat membuka ruang pengembangan kajian hukum Islam yang lebih luas.
Bagi PTA Surabaya, kerja sama internasional ini juga menjadi bagian dari strategi membangun organisasi pembelajar yang senantiasa terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan praktik terbaik dari institusi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tidak hanya berfokus pada kerja sama akademik, rangkaian kunjungan delegasi juga diarahkan pada kegiatan benchmarking. Delegasi dijadwalkan melakukan studi banding ke Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dengan fokus pada tata kelola peradilan syariah dan manajemen arsip. Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperoleh perspektif dan pengalaman mengenai pengelolaan lembaga peradilan syariah di Malaysia.
Benchmarking menjadi sarana untuk melihat secara langsung praktik tata kelola peradilan di negara lain, sekaligus mengidentifikasi berbagai pengalaman yang dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan organisasi. Dengan demikian, kunjungan internasional tidak hanya menghasilkan hubungan kelembagaan, tetapi juga pengetahuan yang dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peradilan agama di Indonesia.
Selain UiTM dan Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, delegasi PTA Surabaya juga melaksanakan audiensi dan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Seluruh agenda tersebut merupakan satu kesatuan rangkaian diplomasi kelembagaan dan pengembangan wawasan dalam rangka memperkuat hubungan serta jejaring internasional.
Langkah PTA Surabaya menjalin kerja sama dengan UiTM Malaysia menunjukkan bahwa transformasi peradilan tidak hanya dilakukan melalui pembaruan internal, tetapi juga melalui keterbukaan terhadap pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan internasional.

Kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, pertukaran informasi, serta riset bersama menjadi investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia peradilan yang kompeten, adaptif, dan memiliki wawasan global.
Cita-cita mewujudkan peradilan berkelas dunia pada akhirnya bukan sekadar tentang modernisasi teknologi dan sarana prasarana, tetapi juga tentang membangun manusia-manusia peradilan yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, dan wawasan yang luas.
Melalui kerja sama dengan UiTM Malaysia serta rangkaian benchmarking ke institusi peradilan syariah di Kuala Lumpur, PTA Surabaya terus memperkuat langkah menuju peradilan yang modern, profesional, berintegritas, berwawasan internasional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi positif lainnya antara PTA Surabaya, Pengadilan Agama se-Jawa Timur, dan institusi akademik maupun peradilan di tingkat internasional, sehingga semangat membangun “Peradilan Berkelas Dunia” dapat diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !