img-logo img-logo
PTA Surabaya Hadiri Kongres Nasional ke-42 Majelis Tahkim Syarikat Islam, Perkuat Semangat Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat
PTA Surabaya Hadiri Kongres Nasional ke-42 Majelis Tahkim Syarikat Islam, Perkuat Semangat Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat
Tanggal Rilis Berita : 18 Oktober 2026, Pukul 23:51 WIB, Telah dilihat 74 Kali

PTA Surabaya Hadiri Kongres Nasional ke-42 Majelis Tahkim Syarikat Islam, Perkuat Semangat Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat

Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menghadiri pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 yang digelar di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (18/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, PTA Surabaya diwakili oleh Wakil Ketua PTA Surabaya, Drs. H. Arifin, M.H., bersama Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian, H.M. Nidzom Anshori, S.H., M.H.

Kongres yang mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati” ini menjadi momentum konsolidasi nasional Syarikat Islam untuk memperkuat peran dakwah dalam pemberdayaan ekonomi, membangun kemandirian umat, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pimpinan organisasi, serta ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., menegaskan pentingnya mengembalikan perhatian organisasi pada persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, khususnya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Hamdan mengingatkan bahwa perjuangan Syarikat Islam memiliki akar sejarah yang kuat dalam gerakan memperbaiki kondisi ekonomi rakyat. Semangat tersebut perlu diteruskan dengan pendekatan yang relevan terhadap tantangan masa kini, sehingga dakwah tidak berhenti pada penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dalam pidatonya, Hamdan menegaskan, “Masalah ekonomi dan kemiskinan. Kita hendak bangkit dan melawan.” Pesan tersebut menggambarkan tekad Syarikat Islam untuk menjadikan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian penting dari perjuangan organisasi.

Menurut Hamdan, penguatan ekonomi umat merupakan kelanjutan dari semangat perjuangan para pendahulu Syarikat Islam. Kemandirian ekonomi dipandang sebagai fondasi penting agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan, memperluas kesempatan usaha, dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan bangsa.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya menggerakkan jaringan organisasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi, pemberdayaan usaha, dan kegiatan sosial.

Ferry menyampaikan, “Kami aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gerakan ekonomi yang dibangun Syarikat Islam diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya kelompok yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Arah gerakan tersebut selaras dengan tema kongres yang menempatkan dakwah ekonomi sebagai sarana untuk memperkuat kemandirian umat. Pengembangan koperasi, usaha masyarakat, ekonomi syariah, zakat dan wakaf, serta kewirausahaan menjadi bagian dari upaya memperluas akses ekonomi dan membangun kesejahteraan secara berkelanjutan.

Pembukaan kongres dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata.

Zulkifli Hasan secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan pernyataan, “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan resmi atas nama Bapak Presiden, saya membuka dengan resmi Kongres Syarikat Islam yang ke-42.”

Pembukaan kongres ini menandai dimulainya rangkaian musyawarah nasional Syarikat Islam yang berlangsung pada 17–20 Oktober 2026. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kongres juga diarahkan untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat gerakan ekonomi umat dan kontribusinya bagi kepentingan bangsa.

Sesuai susunan acara, rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syarikat Islam, pembacaan Kalam Ilahi, laporan ketua panitia, pembacaan Komunike Syarikat Islam, sambutan Presiden Syarikat Islam, serta amanat Presiden RI sekaligus pembukaan kongres. Acara juga dilengkapi dengan pembacaan doa dan penampilan seni religi.

Kehadiran Wakil Ketua PTA Surabaya bersama Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian dalam kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi kelembagaan sekaligus upaya memelihara silaturahmi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Pertemuan berbagai unsur bangsa dalam forum nasional seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun semangat kolaborasi. Nilai kemandirian, tanggung jawab sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang diangkat dalam kongres juga memiliki relevansi dengan upaya membangun kehidupan bermasyarakat yang tertib, harmonis, dan berkeadilan.

Bagi PTA Surabaya, hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian dari upaya mendukung pelayanan peradilan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat pencari keadilan.

Melalui partisipasi dalam pembukaan Kongres Nasional ke-42 Majelis Tahkim Syarikat Islam, PTA Surabaya berharap silaturahmi dan sinergi lintas lembaga dapat terus terpelihara. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri, sejahtera, serta menjunjung tinggi nilai keadilan.

 

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !