SURABAYA – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menggelar acara Refleksi Akhir Tahun 2025 sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi kinerja kepada publik, Rabu (31/12/2025). Bertempat di Aula PTA Surabaya, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (Secara Luring dan Daring) dan dihadiri oleh Pegawai PTA Surabaya dan seluruh pimpinan serta aparatur Pengadilan Agama se-Jawa Timur melalui sambungan Zoom Meeting.

Acara dipimpin langsung oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., didampingi oleh Panitera PTA Surabaya, Dr. Ma'sum Umar, S.H., M.H., dan Sekretaris PTA Surabaya, Dr. Naffi, S.Ag., M.H. Suasana khidmat mengawali kegiatan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahkamah Agung, dilanjutkan pembacaan doa oleh Hakim Tinggi PTA Surabaya, Drs. Muhajir, S.H., M.Hum.

Dalam sesi pemaparan kinerja kepaniteraan, Panitera PTA Surabaya, Dr. Ma'sum Umar, menyampaikan capaian gemilang penanganan perkara di tahun 2025. Penyelesaian perkara banding tercatat mencapai angka sempurna 100 persen, dengan pemanfaatan *e-court* banding sebesar 87,8 persen. "Secara keseluruhan, Pengadilan Agama se-Jawa Timur menerima 125.753 perkara dengan persentase putus mencapai 92 persen. Yang membanggakan, capaian *e-court* tahun ini menembus angka 90,4 persen, jauh melampaui target Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) yang dipatok sebesar 80 persen," ujar Dr. Ma'sum Umar. Lebih lanjut menyoroti isu nasional terkait dispensasi kawin. Ia mengungkapkan adanya tren penurunan yang signifikan. Dari 7.182 permohonan yang diterima, hanya 6.456 yang dikabulkan. Hal ini menunjukkan ketelitian hakim dalam memutus perkara yang melibatkan anak di bawah umur demi menekan angka pernikahan dini.

Sementara itu, Sekretaris PTA Surabaya, Dr. Naffi, memaparkan capaian di bidang kesekretariatan. Realisasi anggaran PA se-Jawa Timur tahun 2025 sangat memuaskan dengan serapan mencapai 98,32 persen."Tahun ini, pembangunan gedung di lima Pengadilan Agama, yakni PA Trenggalek, PA Bawean, PA Tuban, PA Blitar, dan PA Kangean telah selesai dan siap dimulai operasionalnya. Kami juga terus melakukan peningkatan sarana prasarana di lingkungan PTA Surabaya, mulai dari perbaikan ruang sidang, ruang VIP PTSP, hingga penyelesaian RKBM untuk tahun anggaran 2027," jelas Dr. Naffi. Di sektor Sumber Daya Manusia (SDM), PTA Surabaya kini mengelola 1.826 pegawai yang terdiri dari hakim, PNS, dan P3K. Berbagai pengembangan kompetensi terus ditingkatkan, termasuk Bimtek Calon Panitera Pengganti hingga pelatihan pengelolaan PNBP. Prestasi membanggakan juga diraih PTA Surabaya dan PA se-Jawa Timur dengan perolehan penghargaan bidang keuangan dari KPPN Surabaya II.

Dalam pidato kuncinya, Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menekankan bahwa refleksi akhir tahun ini diharapkan menjadi tradisi baru bagi PTA Surabaya dalam menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat."Tahun 2025 adalah tahun prestasi. Meskipun jumlah perkara bertambah, sisa perkara justru berkurang. PTA Surabaya berhasil meraih tiga penghargaan bidang keuangan dari KPPN Surabaya II dan penghargaan bergengsi dari Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Tinggi dengan jumlah Pengadilan Agama pemenang anugerah terbanyak," tegas Dr. Zulkarnain.

Ia juga menguraikan langkah strategis PTA Surabaya yang telah menjalin 17 *Memorandum of Understanding* (MoU) yang terbagi dalam lima klaster, meliputi instansi pemerintah (DP3AK, Kemenag Jatim, BKKBN, DJKN), universitas, ormas keagamaan, hingga BUMN. Selain itu, empat inovasi unggulan diluncurkan tahun ini, yaitu Majalah Digital Sapta Prima, Ruang Sidang Utama baru, VIP Lounge, serta Aplikasi Satria Majapahit Juara. Menutup arahannya, Dr. Zulkarnain berpesan agar satuan kerja yang belum meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dapat segera menyusul di tahun depan. Ia menekankan lima faktor kunci keberhasilan: sikap mental, pengembangan diri, tindakan strategis, keberanian mengambil risiko, dan nilai spiritual."Refleksi bukan tentang melihat ke belakang dengan penyesalan, tapi melihat ke belakang demi memastikan langkah ke depan dengan lebih pasti," pungkas Ketua PTA Surabaya mengutip pesan bijak.

Acara ditutup dengan penganugerahan piagam penghargaan kepada satuan kerja berprestasi. Apresiasi khusus diberikan kepada PA Surabaya yang memborong tiga penghargaan sekaligus, serta kepada PA Sidoarjo, PA Jombang, PA Ngawi, PA Magetan, PA Situbondo, dan PA Lumajang atas prestasi mereka meraih Anugerah Mahkamah Agung.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !