SURABAYA – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya terus bergerak aktif dalam membangun kolaborasi strategis dengan berbagai instansi penegak hukum. Pada Kamis, 15 Januari 2026, jajaran pimpinan PTA Surabaya melaksanakan audiensi resmi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Timur yang berlokasi di Jl. Kayoon No. 50-52, Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkokoh sinergi antarlembaga pemerintah serta menyatukan visi dan misi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan wawasan hukum bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur.

Rombongan PTA Surabaya dipimpin langsung oleh Ketua PTA, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dengan didampingi Hakim Tinggi Dr. Haeruddin, M.H., serta Panitera Muda Banding Hj. Diah Anggraeni S.H., M.H. Kehadiran delegasi PTA Surabaya disambut hangat oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H., beserta jajarannya, yakni Kadiv Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, S.E., M.M., Kadiv Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Soleh Joko Sutopo, A.Md.IP., S.H., M.H., serta Kepala Balai Harta Peninggalan Surabaya, Hendra Andy Satya Gurning, S.H., M.H.

Fokus utama dalam pertemuan strategis ini adalah pembahasan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan inovasi unggulan PTA Surabaya, yakni aplikasi "Satria Majapahit Juara" (Sistem Informasi Terintegrasi Kerjasama Mewujudkan Kepastian Hukum dengan Instansi Terkait untuk Menjaga Keutuhan Rumah Tangga Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara). Kolaborasi ini dinilai krusial untuk mendukung program ketahanan keluarga, sekaligus sebagai langkah preventif menekan angka pernikahan dini dan perceraian di Provinsi Jawa Timur melalui integrasi data dan sistem antarinstansi.

Selain penguatan inovasi layanan publik, audiensi ini juga menyepakati rencana kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia. Kemenkumham Jatim dijadwalkan akan menggelar penyuluhan hukum ke berbagai Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur. Langkah ini diambil guna meningkatkan kapasitas, kedisiplinan, serta pemahaman hukum para aparatur peradilan, sehingga profesionalisme dalam melayani para pencari keadilan dapat terus ditingkatkan seiring dengan dinamika hukum yang berkembang.

Menutup rangkaian diskusi, kedua belah pihak menyoroti pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (HAKI). Kemenkumham Jatim menyatakan siap memandu dan mewadahi pendaftaran hak cipta atas karya-karya orisinal aparatur pengadilan, seperti aplikasi "Satria Majapahit Juara" hingga lagu-lagu mars yang diciptakan oleh warga peradilan agama. Hal ini sejalan dengan agenda Kemenkumham yang tengah gencar mensosialisasikan HAKI di Jawa Timur, termasuk program jemput bola untuk memfasilitasi karya santri di pesantren, guna memastikan setiap inovasi mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !