Surabaya – 22 Januari 2025. PTA Surabaya mendapatkan rekor MURI atas capaiannya, yakni melakukan MoU terbanyak dengan instansi lain. Dengan tidak kurang dari 1.080 Nota Kesepahaman se Jawa Timur.


Acara puncak MoU ini, MURI akan memberikan penghargaan kepada Gubernur yang telah menyelenggarakan acara ini dan kepada Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang telah melakukan MoU terbanyak menurut catatan MURI.
Kegitan MoU Akbar ini dilaksanakan di Aula Majapahit yang merupakan bagian dari Gedung Sekda Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Mahkamah Agung RI, Ketua Muda Agama MA RI Dr. H. Yasardin, S.H., M.H., Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama di Indonesia, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. Turut hadir pula, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C. UA) Hj. Khofifah Indar Parawansa, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Polda Jawa Timur. Adapun beberapa akademisi, ketua organisasi kemasyarakatan, ketua organisasi profesi, serta perwakilan lembaga pendidikan.

MoU ini merupakan kelanjutan dari MoU terdahulu yang ditandatangani oleh Gubernur, Walikota/Bupati serta Muslimat dan Fatayat NU, Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (ortom Muhammadiyah) yang dilaksanakan pada 29 Juli 2025, yang pada saat itu focus pada perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Untuk kali ini, MoU memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada perlindungan terhadap hak Perempuan dan anak pasca perceraian saja, namun juga perlindungan hak kepada seluruh anggota keluarga dan harta kekayaan keluarga.
Harapannya, MoU ini menjadikan keseragaman dalam layanan kepada masyarakat, khususnya di Pengadilan Agama di Jawa Timur. Selain itu, akan mempermudah, mempercepat dan meringankan biaya layanan, dengan tetap mengedepankan layanan prima kepada masyarakat.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, “Saya meyakini bahwa basis ketahanan nasional itu diawali oleh ketahanan keluarga. Maka ini merupakan tugas kita semua untuk dapat mewujudkan ketahanan keluarga. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat diimplementasikan secara efektif sehingga memberi kemanfaatan sekaligus terciptanya iklim hukum yang efektif untuk mewujudkan hak-hak masyarakat”

Selanjutnya yakni penyerahan penghargaan dari MURI yang akan disampaikan oleh Bapak Triyono selaku Senior Manager MURI. Beliau menyatakan bahwa rekor ini bukan hanya sekedar kuantitas (jumlah MoU yang dilaksanakan) tetapi juga syarat makna bagi penguatan tata kelola peradilan agama dan layanan public di Indonesia.

Terakhir yakni sambutan oleh Ketua Muda Agama MA RI Dr. H. Yasardin, S.H., M.H. . Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang layak diberi apresiasi dan dapat menjadi contoh bagi Pengadilan Tinggi lainnya. Forum ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk menjalin relasi antara pemerintah pusat dan daerah, antara eksekutif dan yudikatif sekaligus bukti kesungguhan relasi antara Mahkamah Agung dengan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan layanan terbaik kepada masyakarat.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !