img-logo img-logo
TRANSFORMASI ASN MENUJU BIROKRASI KELAS DUNIA, PA SITUBONDO DUKUNG PARADIGMA BARU PELAYANAN PUBLIK
TRANSFORMASI ASN MENUJU BIROKRASI KELAS DUNIA, PA SITUBONDO DUKUNG PARADIGMA BARU PELAYANAN PUBLIK
Tanggal Rilis Berita : 15 Oktober 2025, Pukul 10:37 WIB, Telah dilihat 42 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Selasa, 14 Oktober 2025, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Situbondo, Hendra Agus Junaidi, S.H., M.H., mengikuti webinar bertajuk Transformasi ASN Menuju Birokrasi Kelas Dunia. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh berbagai instansi pemerintah dari seluruh Indonesia. Hendra mengikuti kegiatan tersebut dari ruang Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas ASN dalam memahami arah transformasi pelayanan publik. Materi yang dibawakan sangat relevan dengan semangat reformasi birokrasi yang tengah digalakkan pemerintah.

WhatsApp Image 2025 10 15 at 09.58.49 3

Narasumber dalam kegiatan ini yakni Muhammad Syauqi, CEO dan Founder VSB Corporation, yang dikenal sebagai pakar transformasi pelayanan publik. Dalam pemaparannya, Syauqi menyampaikan perbedaan antara paradigma lama dan paradigma baru birokrasi. Paradigma lama, menurutnya, cenderung pasif dan hanya berorientasi pada rutinitas kerja. Sementara paradigma baru menuntut ASN agar berani keluar dari zona nyaman dan aktif mencari solusi. “Kita tidak bisa lagi menunggu instruksi; ASN masa kini harus berani berinovasi,” tegas Syauqi dalam sesi presentasinya.

WhatsApp Image 2025 10 15 at 09.58.48 1

Pada bagian pertama, Syauqi menjelaskan bahwa ASN perlu memiliki semangat meninggalkan zona nyaman. ASN yang berorientasi pada pelayanan publik harus berani mencoba hal baru dalam pekerjaan. Dalam paradigma lama, banyak pegawai yang hanya fokus pada kehadiran dan rutinitas kerja. Namun kini, ASN dituntut untuk lebih proaktif, kreatif, dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “ASN kelas dunia adalah mereka yang tidak takut gagal saat berinovasi,” katanya dengan penuh semangat. Pesan ini menggugah para peserta untuk melakukan refleksi terhadap pola kerja mereka sehari-hari.

Selanjutnya, Syauqi menyoroti pentingnya memahami dinamika organisasi dan perubahan. Ia menjelaskan bahwa ASN harus aktif mempelajari arah kebijakan nasional dan kebutuhan lintas instansi. Tidak cukup hanya mengikuti SOP yang ada tanpa memahami konteks kebijakan lebih jauh. Dalam paradigma baru, ASN perlu tanggap terhadap ekspektasi masyarakat yang terus berkembang. “Kalau ASN berhenti belajar, maka pelayanan publik juga akan berhenti berkembang,” ujar Syauqi menekankan. Bagian ketiga dari materi membahas perancangan langkah di tengah resistensi. Syauqi menegaskan bahwa perubahan selalu menimbulkan tantangan, tetapi ASN harus mampu menyusun strategi implementasi agar kebijakan dapat diterima masyarakat.