Rabu, 22 Oktober 2025, Staf Kepegawaian Pengadilan Agama Situbondo, Jefri Yulianto, S.Pd., mengikuti Webinar Peremajaan Data Pegawai. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui kanal YouTube resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jefri mengikuti webinar tersebut dari ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo dengan penuh perhatian. Webinar ini diadakan dalam rangka meningkatkan pemahaman ASN mengenai pentingnya pembaruan data kepegawaian secara berkala. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi informasi terbaru terkait sistem MyASN dan SIASN.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang manajemen kepegawaian, salah satunya Candy Pratama Sudarminto dari BKPSDM Kota Samarinda. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci proses dan tahapan dalam peremajaan data melalui sistem MyASN. Candy menyampaikan bahwa data kepegawaian yang akurat sangat berpengaruh terhadap pelayanan dan pengembangan karier ASN. “Kesalahan data sekecil apa pun dapat berdampak pada hak-hak pegawai, seperti gaji, tunjangan, hingga kenaikan pangkat,” tegasnya. Oleh sebab itu, ASN dihimbau agar melakukan pengecekan dan pembaruan data secara mandiri dan berkala.

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa peremajaan data MyASN merupakan proses pembaruan data kepegawaian agar akurat dan mutakhir. Proses tersebut dilakukan melalui sistem MyASN bagi ASN yang bersangkutan atau melalui SIASN bagi pengelola SDM. Secara umum, tahapan peremajaan data meliputi login, memilih jenis pemutakhiran data, mengisi data yang diperlukan, mengunggah dokumen pendukung, memeriksa kembali, dan terakhir mengirimkan pengajuan. Langkah-langkah ini dirancang agar mudah diikuti oleh setiap ASN. Candy menambahkan, “Proses ini tidak hanya sekadar administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital ASN.”
Jefri Yulianto dalam kesempatan tersebut turut mencatat poin-poin penting yang relevan dengan tugasnya di bidang kepegawaian. Ia menilai bahwa sistem MyASN memberikan kemudahan dalam memastikan data pegawai selalu terbarui. Menurutnya, keakuratan data tidak hanya penting bagi pegawai, tetapi juga bagi instansi dalam menyusun laporan kepegawaian yang valid. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BKN, instansi pemerintah, dan ASN di seluruh Indonesia. Dengan sistem yang terintegrasi, manajemen ASN diharapkan menjadi lebih transparan dan akuntabel.