img-logo img-logo
ASN PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR KETAHANAN KELUARGA DAN INOVASI PENDIDIKAN
ASN PA SITUBONDO IKUTI WEBINAR KETAHANAN KELUARGA DAN INOVASI PENDIDIKAN
Tanggal Rilis Berita : 28 Oktober 2025, Pukul 10:51 WIB, Telah dilihat 48 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Yunizar Holifatus Zahra, S.E., mengikuti Webinar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam rangka Dies Natalis UPI, bertema “Sinergi Ketahanan Keluarga, Inovasi Pendidikan, dan Kebijakan Kampus” pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, pendidik, dan ASN dari instansi pemerintah. Yunizar mengikuti kegiatan tersebut dari Ruang Kepaniteraan Pengadilan Agama Situbondo. Webinar ini menghadirkan Bagja Waluya sebagai narasumber utama yang membahas pentingnya ketahanan keluarga di era modern. Menurutnya, keluarga merupakan sistem sosial terkecil yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa.

WhatsApp Image 2025 10 27 at 16.45.01 1

Dalam pemaparannya, Bagja Waluya menjelaskan konsep Ketahanan Keluarga yang diadaptasi dari teori Sunarti (2001–2021). Ia menjelaskan bahwa ketahanan keluarga adalah kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya dan menyelesaikan masalah untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup. Konsep ini terdiri atas tiga komponen utama, yaitu ketahanan fisik-ekonomi, sosial, dan psikologis. “Keluarga yang tangguh akan mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial dan ekonomi,” tutur Bagja. Ia menambahkan bahwa ketahanan keluarga dapat diukur melalui berbagai indikator, seperti kemampuan berfungsi, berkomunikasi, dan menjaga keseimbangan emosional. Hal ini relevan dengan peran ASN yang dituntut untuk memiliki integritas dan stabilitas emosional dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

WhatsApp Image 2025 10 27 at 16.44.29

Bagja juga memperkenalkan FAMLINK, sebuah diagnostic tool berbasis aplikasi yang digunakan untuk mengukur ketahanan keluarga. Melalui aplikasi ini, keluarga dapat menilai tingkat kesejahteraan, komunikasi, dan fungsi psikologis mereka secara mandiri. “FAMLINK membantu keluarga mengenali kekuatan dan tantangan internalnya,” jelas Bagja. Aplikasi ini menjadi inovasi yang menghubungkan antara ilmu sosial, pendidikan, dan teknologi digital. Bagi ASN, pendekatan ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan pribadi dan lingkungan kerja. ASN yang memiliki keluarga harmonis dan tangguh diyakini akan lebih produktif dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas.

Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa ketahanan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan profesionalitas ASN. ASN yang mampu menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan akan menunjukkan kinerja yang lebih baik. “Keluarga yang bahagia menciptakan pegawai yang bersemangat dan berintegritas,” ujarnya tegas. Bagja mengajak para ASN untuk menjadikan nilai-nilai keluarga sebagai dasar dalam bekerja dan melayani masyarakat. Prinsip kebersamaan, komunikasi terbuka, dan saling mendukung di rumah dapat menjadi refleksi dalam membangun lingkungan kerja yang sehat. Dengan demikian, ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor strategis dalam membangun birokrasi yang unggul.