img-logo img-logo
PELATIHAN PENGADAAN BARANG LKPP TINGKATKAN PROFESIONALISME PEGAWAI PA SITUBONDO
PELATIHAN PENGADAAN BARANG LKPP TINGKATKAN PROFESIONALISME PEGAWAI PA SITUBONDO
Tanggal Rilis Berita : 31 Oktober 2025, Pukul 10:54 WIB, Telah dilihat 102 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Zidqy Dendy, S.Kom., mengikuti kegiatan “Community of Practice Batch V Tahun 2025” pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan SDM Pengadaan Barang/Jasa (Puslat SDM PBJ) LKPP secara daring. Zidqy Dendy mengikuti pelatihan tersebut dari ruang kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo. Narasumber pada acara ini adalah Ridwan, S.H., MM. Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan, “Penggunaan katalog elektronik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengadaan.”

WhatsApp Image 2025 10 31 at 08.17.50

Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta dalam mengelola proses pengadaan secara digital. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta karena materinya relevan dengan kebutuhan pengadaan saat ini. Selama sesi pemaparan, Ridwan menjelaskan berbagai aspek penting dalam proses e-purchasing yang perlu diketahui oleh peserta. Ia menguraikan tahapan mulai dari perencanaan kebutuhan yang matang hingga pemilihan produk melalui katalog elektronik yang terintegrasi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap transaksi pengadaan tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ridwan kepada peserta. Selain itu, beliau membahas proses transaksi dan pelaporan yang menjadi ujung tombak keberhasilan sistem e-purchasing.

WhatsApp Image 2025 10 30 at 13.12.59

Peserta diajak memahami mekanisme agar pengadaan alat kesehatan tidak hanya efisien, tetapi juga transparan. Penjelasan yang komprehensif ini membuka wawasan baru bagi pegawai yang bertugas di bidang pengadaan. Hal ini menjadi bahan diskusi dan tanya jawab yang menarik. Salah satu topik yang mendapat perhatian serius adalah bagaimana memastikan setiap pengadaan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ridwan menekankan, “Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci keberhasilan e-purchasing di sektor publik.”

Dengan penerapan e-purchasing yang tepat, proses pengadaan diharapkan bebas dari penyimpangan dan lebih akuntabel. Para peserta dilatih agar mampu melakukan pengawasan internal secara efektif dan mencegah potensi penyalahgunaan anggaran. Materi ini semakin memperkuat pentingnya integritas dalam pelaksanaan tugas. Pengalaman ini juga membuka ruang diskusi antar peserta dari berbagai instansi. Kerjasama dan komunikasi yang baik menjadi modal utama untuk suksesnya pengadaan elektronik.