img-logo img-logo
PA SITUBONDO ADAPTASI DISRUPSI: IKUTI WEBINAR KEPEMIMPINAN
PA SITUBONDO ADAPTASI DISRUPSI: IKUTI WEBINAR KEPEMIMPINAN
Tanggal Rilis Berita : 14 November 2025, Pukul 23:40 WIB, Telah dilihat 26 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Situbondo

Pegawai Pengadilan Agama (PA) Situbondo, Rezha Suci Kusuma, S.H., menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan diri dengan mengikuti Webinar Kepemimpinan, Komunikasi, dan Kewirausahaan pada Kamis, 13 November 2025. Acara daring ini merupakan kerja sama strategis yang diselenggarakan oleh Mandiri University. Webinar tersebut membahas berbagai tantangan, terutama empat tren disrupsi utama yang kini mendominasi dinamika dunia kerja secara global. Keikutsertaan Rezha Suci Kusuma dilaksanakan dari ruang kesekretariatan PA Situbondo, memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi penting ini. Fokus utama materi yang disampaikan adalah bagaimana organisasi dapat bertahan dan berkembang di tengah laju perubahan yang sangat cepat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya proaktif instansi pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital dan disrupsi.

Screenshot 2025 11 14 233722

Narasumber utama, Sony Hermawan, dalam paparannya menyoroti tren pertama, yaitu Quickly Evolving Environment atau lingkungan yang berubah dengan cepat. Beliau menjelaskan bahwa saat ini, setiap stakeholder bisnis memiliki tuntutan yang beragam dan terus mengalami perubahan signifikan. Stakeholder ini mencakup customer, partner, regulator, investor, competitor, dan kolaborator yang semuanya menuntut adaptasi terus-menerus. Perusahaan atau institusi yang gagal membaca dan merespons tuntutan beragam ini berpotensi besar kehilangan relevansi dan daya saingnya di pasar. Sony Hermawan menekankan pentingnya organisasi untuk selalu mendengarkan dan mengantisipasi pergeseran kebutuhan dari seluruh pihak terkait. "Para pemangku kepentingan kini menuntut lebih dari sekadar layanan standar, mereka menginginkan respons yang cepat, transparan, dan personal," ujar Sony Hermawan dalam sesi tersebut.

WhatsApp Image 2025 11 13 at 10.59.48 2

Tren disrupsi kedua yang dibahas adalah Constant Induction Of Disruptive Technology atau induksi konstan dari teknologi disruptif. Menurut Sony Hermawan, berbagai teknologi baru terus-menerus diperkenalkan dan mengubah cara kerja industri secara fundamental. Jika organisasi tidak segera mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi-teknologi baru ini, potensi untuk menjadi tidak relevan sangatlah besar. Teknologi seperti kecerdasan buatan, Big Data, dan Internet of Things (IoT) telah menjadi pemicu utama perubahan cepat ini. Organisasi didorong untuk tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai alat untuk menciptakan nilai dan efisiensi baru. Kecepatan adopsi teknologi menjadi penentu utama antara keberlangsungan dan kegagalan sebuah institusi di masa depan.

Kemudian, tren ketiga yang disoroti adalah Accelerating Digitization And Democratization Of Information atau akselerasi digitalisasi dan demokratisasi informasi. Tren ini ditandai dengan volume, transparansi, dan distribusi informasi yang berlangsung dengan sangat cepat dan melalui berbagai saluran (multi-direksi). Akibatnya, kompleksitas dalam komunikasi dan pengambilan keputusan juga meningkat drastis seiring derasnya arus data yang tersedia. Institusi dituntut untuk memiliki kemampuan analisis data yang kuat dan kebijakan komunikasi yang sangat terstruktur. "Di era ini, informasi tidak lagi menjadi aset yang terpusat, ia tersebar luas dan ini membuat komunikasi menjadi sangat kompleks dan rentan misinformasi," kata Sony Hermawan dengan tegas.