img-logo img-logo
Isra’ Mi’raj : Perjalanan Agung Dan Pondasi Spiritualitas Umat
Isra’ Mi’raj : Perjalanan Agung Dan Pondasi Spiritualitas Umat
Tanggal Rilis Berita : 22 Januari 2026, Pukul 14:20 WIB, Telah dilihat 27 Kali
Satuan Kerja : Pengadilan Agama Kangean

Bertempat di halaman belakang, keluarga besar Pengadilan Agama Kangean melaksanakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. acara dikemas sederhana namun tak mengurangi khidmat acara yang dihadiri langsung seluruh aparatur Pengadilan Agama Kangean dengan penceramah YM. Nur Muhammad Huri, S.H.I., M.H. wakil ketua pagi tadi (22/1/2025)

Isra’ Mi’raj sederhana ini mengusung tema “Perjalanan Agung dan Pondasi Spiritualitas Umat”

Beliau memaparkan bahwa Isra Mi'raj ini merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam.

satu

“Peristiwa Isra’dan Mi’raj merupakan salah satu episode paling monumental dalam Sejarah kenabian Islam. Peristiwa ini bukan hanya mengundang kegaguman, tetapi juga menjadi ujian iman bagi generasi awal umat Islam. Dalam satu malam, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, kemudian dinaikkan menembus lapisan-lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Sebuah perjalanan yang bagi nalar Masyarakat Quraisy kala itu, tampak mustahil dan karenanya dijadikan bahan ejekan. Namun justru pada titik inilah makna Isra’ Mi’raj menemukan signifikansinya. Peristiwa ini bukan sekedar kisah spektakuler, melainkan pondasi spiritual Islam, terutama melalui kewajiban shalat. Jalaluddin as-Suyuthi, dalam karyanya Al-Isra’ wa al-Mi’raj menghimpun puluhan Riwayat sahih serta pandangan para ulama lintas generasi yang menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan mukjizat nyata, bukan simbol atau pengalaman ruhani semata. Tradisi keilmuan Islam menerima peristiwa ini sebagai fakta iman diwariskan secara turun-temurun.

Al Qu’ran menegaskan peristiwa Isra’ secara eksplisit dalam Surah Al Isra’ ayat 1 yang berbunyi : 

firman

Yang artinya : Maha Suci Allah. Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilinya agar kami perlihatkan kepadanya Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S: Al Isra’ 1)”, Paparnya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj untuk pegawai Pengadilan Agama Kangean yang relevan dengan tugas, integritas dan pelayanan publik.

dua

“Oleh karenanya hikmah bagi kita sebagai pegawai Pengadilan Agama Kangean yang merupakan pelayan masyarakat yakni sebagai penguat iman dan ketakwaan mengingatkan kewajiban shalat sebagai pondasi spiritual. Bagi kita ini menjadi penguat iman agar setiap tugas dijalankan dengan niat ibadah, bukan semata rutinitas pekerjaan. Menjaga integritas dan Amanah, peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kejujuran dan ketaatan penuh kepada perintah Allah SWT. Nilai ini selaras dengan tuntutan integritas, kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah hukum dan keadilan. Menegakkan keadilan secara professional, artinya kita sebagai aparatur peradilan, pegawai PA Kangean ini dituntut berlaku adil, objektif, dan tidak berpihak. Ini mendorong kesadaran bahwa keadilan adalah perintah Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban. Meningkatkan etos kerja dan disiplin, kewajiban shalat yang dimiliki waktu tertentu mengajarkan disiplin, ketepatan waktu dan konsistensi, nilai penting dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan hususnya di PA Kangean ini. Pelayanan yang humanis dan berakhlak, Isra’ Mi’raj menanamkan akhlak mulia Rasulullah SAW maka pegawai PA Kangean diharapkan melayani masyarakat dengan sikap ramah, empati, sabar dan santun, khususnya dalam perkara-perkara sensitif seperti perceraian dan waris. Instrospeksi dan perbaikan diri, peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momentum muhasabah, mengevaluasi sikap, kinerja dan perilaku agar selaras dengan nilai keislaman dan kode etik aparatur Peradilan. Yang terakhir sinergi spiritualitas dan profesionalitas, isra’ mi’raj mengajarakan keseimbangan antara hubungan kita dengan Allah an hubungan kit dengan sesama manusia sehingga pegawai mampu bekerja professional sekaligus berlandaskan nilai spiritual, semoga kita semua senantiasa dijaga oleh Allah SWT selama menjalankan tugas di Pengadilan Agama ini” penutup di akhir ceramahnya. (mnj/ly)