Senin, 02 Maret 2026, Panitera Pengadilan Agama Situbondo, Syaiful Arifin, S.H., M.H., memberikan materi kepada mahasiswa PPL STAI Nurul Huda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pengadilan Agama Situbondo dengan suasana yang tertib dan penuh antusiasme. Mahasiswa PPL mengikuti kegiatan sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran praktik di lingkungan peradilan agama. Materi yang disampaikan berfokus pada Sita dan Eksekusi dalam perkara perdata agama. Penyampaian materi ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai tahapan akhir dalam proses berperkara. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi yang aktif antara pemateri dan peserta.

Dalam pemaparannya, Panitera menjelaskan pengertian sita sebagai tindakan hukum untuk menjamin hak pihak yang berperkara. Ia menguraikan berbagai jenis sita yang dikenal dalam praktik peradilan agama, termasuk sita jaminan dan sita eksekusi. Penjelasan disampaikan secara sistematis dengan contoh kasus yang pernah ditangani. “Sita merupakan langkah penting untuk memastikan putusan pengadilan dapat dilaksanakan secara efektif,” jelasnya di hadapan mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa setiap tindakan sita harus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Hal tersebut penting untuk menjaga kepastian dan keadilan bagi para pihak.

Selain membahas sita, materi juga mencakup proses eksekusi putusan pengadilan. Panitera menjelaskan bahwa eksekusi merupakan pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Ia menguraikan tahapan mulai dari permohonan eksekusi hingga pelaksanaan di lapangan. Mahasiswa diberikan gambaran tentang peran panitera dan jurusita dalam proses tersebut. “Eksekusi bukan sekadar menjalankan putusan, tetapi memastikan hak pihak yang menang benar-benar terpenuhi,” ujarnya. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan.
Mahasiswa PPL terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait kendala yang sering muncul dalam pelaksanaan eksekusi. Panitera menjawab setiap pertanyaan dengan rinci berdasarkan pengalaman praktik di lapangan. Diskusi berkembang pada aspek teknis dan tantangan non-teknis yang sering dihadapi. Suasana aula menjadi semakin hidup dengan adanya interaksi dua arah. Kegiatan ini menunjukkan semangat belajar yang tinggi dari para mahasiswa.