Ketua Miftahul Huda, S.Ag, M.H., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., dan Benny Hardiyanto, S.H. Sekretaris Pengadilan Agama (PA) Ngawi menghadiri Peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya di Command Center PTA Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan pembinaan bagi seluruh aparatur peradilan agama dalam memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Acara diikuti oleh Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Timur dan dihadiri jajaran pimpinan serta aparatur Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.
Rangkaian peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, pemutaran video sejarah Peradilan Agama, pembacaan puisi, serta penampilan seni yang menggambarkan perjalanan panjang lembaga Peradilan Agama dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi eksistensi Peradilan Agama sejak berdiri pada 1 Agustus 1882. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bagian dari refleksi atas perjalanan panjang lembaga yang kini memasuki usia ke-144 tahun. Kehadiran Ketua, Panitera, dan Sekretaris PA Ngawi menunjukkan komitmen satuan kerja dalam mendukung penguatan nilai-nilai integritas dan profesionalisme di lingkungan peradilan agama.


Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., mengajak seluruh aparatur menjadikan peringatan Milad Peradilan Agama bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan lembaga peradilan tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Oleh karena itu, seluruh aparatur didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat pencari keadilan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Arief Hidayat, M.M., memberikan pembinaan mengenai penguatan tata kelola organisasi, pembangunan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas pelayanan peradilan di era modern. Beliau menekankan bahwa kemajuan lembaga tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. “Integritas merupakan pondasi utama. Ketika integritas terjaga, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh, dan di situlah sesungguhnya kehormatan lembaga peradilan dibangun,” ungkapnya. Peringatan Milad Peradilan Agama ke-144 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aparatur, termasuk keluarga besar PA Ngawi, untuk terus menjaga marwah Peradilan Agama melalui integritas, inovasi, profesionalisme, dan pelayanan prima.