Pegawai Pengadilan Agama Situbondo, Andini Salsabila, S.T., mengikuti Webinar Peran Agen Perubahan sebagai Motor Penggerak Transformasi Budaya Kerja pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan tersebut disaksikan secara daring dari Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Situbondo dengan menghadirkan Jamil Azzaini sebagai narasumber. Salah satu pokok bahasan yang disampaikan ialah tantangan transformasi organisasi, mengingat hanya sekitar 3 dari 10 perubahan yang dinyatakan berhasil oleh para pelakunya. Materi tersebut menekankan bahwa kegagalan perubahan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya program, melainkan dapat terjadi ketika tidak ada pihak yang mengawal pelaksanaan dan memberikan contoh secara konsisten.
<img src="https://i.ibb.co.com/MJssPxP/Whats-App-Image-2026-11-03-at-10-43-07.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-03-at-10-43-07" border="0">
Narasumber menjelaskan bahwa agen perubahan berasal dari kata agere yang bermakna bertindak, menggerakkan, dan mendorong kemajuan. Perannya mencakup tiga fungsi, yaitu inspirator yang menjelaskan pentingnya perubahan, teladan yang memperlihatkan penerapan nilai BerAKHLAK melalui perilaku, serta penggerak yang menjaga keterlibatan tim ketika proses perubahan menghadapi hambatan. Nilai BerAKHLAK yang diangkat meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, dengan penekanan bahwa nilai-nilai tersebut harus tampak dalam tindakan sehari-hari. “Agen perubahan bukan sekadar orang yang tercatat dalam penugasan, melainkan pribadi yang lebih dahulu menjalankan perubahan dan mengajak orang lain mengikutinya,"ujar narasumber.
<img src="https://i.ibb.co.com/j9GfxJ85/Whats-App-Image-2026-11-03-at-10-43-07-1.jpg" alt="Whats-App-Image-2026-11-03-at-10-43-07-1" border="0">
Materi berikutnya mengarahkan peserta untuk beralih dari sekadar mengumpulkan bukti kegiatan menuju upaya menghasilkan perbaikan layanan yang dapat dirasakan. Strategi GERAK diperkenalkan melalui lima tahapan, yaitu Gali satu masalah nyata, Eksekusi langkah kecil secara rutin, Rangkul pengikut pertama, Apresiasi setiap kemajuan, dan Kabarkan hasil perubahan. Dalam membangun gerakan, agen perubahan dianjurkan memulai dari satu orang, kemudian merangkul tiga rekan, berkembang menjadi sembilan orang, hingga berpotensi menjangkau 27 orang. Setiap kemajuan juga perlu diapresiasi secara spesifik, segera setelah terjadi, dan terlihat oleh lingkungan kerja agar rekan kerja memahami dampak nyata dari perubahan tersebut.
Penyebaran gagasan perubahan turut dibahas melalui pendekatan Speak to Change yang bertumpu pada tiga unsur, yaitu personal, content, dan delivery. Keteladanan pribadi menjadi dasar agar pesan dipercaya, materi komunikasi perlu memuat satu pesan dan ajakan yang jelas, sedangkan penyampaiannya harus singkat, hangat, serta disampaikan pada waktu yang tepat. Narasumber juga mengibaratkan agen perubahan seperti ragi dalam adonan, jumlahnya mungkin sedikit tetapi bekerja dari dalam dan membutuhkan waktu untuk menghasilkan perubahan yang menyeluruh. Melalui webinar ini, Andini Salsabila memperoleh materi mengenai langkah praktis membangun perubahan yang dimulai dari unit kerja sendiri, dilaksanakan secara konsisten, melibatkan rekan kerja, dan disebarluaskan melalui hasil yang dapat dibuktikan.