Berita Pengadilan Tinggi Agama Surabaya
WKPTA SURABAYA IKUTI WISUDA PURNABHAKTI SECARA VIRTUAL
Tanggal Rilis Berita : 31 Desember 2021, Pukul 18:29 WIB, Telah dilihat 366 Kali

Surabaya – Humas, Wakil Ketua, Panitera dan Kabag Perencanaan dan Kepegawaian Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mengikuti kegiatan wisuda purnabhakti dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan live YouTube Badilag, Kamis (30/12/2021). 

1

Pada Hari ini Kamis 30 Desember 2021 dilakukan wisuda purnabhakti 4 Ketua Pengadilan Tinggi Agama Tingkat banding antara lain Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh Ibu Dra. Hj. Rosmawardani, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta Bapak Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Bapak Drs. H. M. Alwi Mallo, S.H., M.H, dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta Bapak Drs. H. Sarif Usman, S.H., M.H. Kegiatan ini dibuka dengan beberapa suguhan tarian adat nusantara untuk mengiringi para Purnabhakti  memasuki lokasi acara wisuda, diantaranya tarian Lenggang Nyai Dasimon dari Betawi, dan tarian Gambyong Gambir Sawo dari Jawa Tengah 

3

Acara ini dipimpin langsung oleh yang mulia Ketua MA RI, dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua MA bidang yudisual dan non yudisial, Ketua Kamar Agama, Ketua Kamar Pengawasan, Panitera MA RI, Sekretaris MA, Dirjen Badilag serta wisudawan beserta istri dan keluarga yang mendampingi. 

2

Prosesi purnabhakti ini dilakukan sercara virtual dengan penyerahan kembali kalung jabatan dari masing-masing Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan Ketua Mahkamah Syarïah Aceh kepada Ketua Mahkamah Agung melalui Wakil Ketua masing-masing yang kemudian diganti dengan syal atau untaian bunga melati. Serta penyerahan plakat emas dari Yang Mulia Mahkamah Agung untuk Ketua Tingkat Banding tersebut. 

4

Setelah rangkaian acara inti selesai, dilanjutkan sambutan Ketua Yang Mulia MA RI Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. Beliau berpesan untuk selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan harapan pandemi segera berakhir dan dapat menjalani kehidupan secara normal ditahun yang akan datang. “Mengabdi kepada bangsa dan negara merupakan wujud cinta setiap insan kepada tanah air. Saya yakin dan percaya momentum hari ini adalah fase istimewa bagi bapak dan ibu yang diwisuda”, ucapnya kepada setiap hadirin yang datang secara langsung maupun virtual. 

5

Prosesi wisuda purnabhakti adalah suatu penghargaan dari negara bagi Bapak dan Ibu selama bertugas sebagai Ketua. Menurutnya pemimpin adalah figure yang menjadi panutan dalam tutur kata dan sikapnya. “Saya sampaikan bagi seluruh pemimpin untuk selalu memberikan keteladanan bagi semua orang dan lingkungan sekitarnya, sehingga ketika sudah tidak berada di tengah mereka, keteladanannya masih bisa diingat dan diikuti serta keteladanan kebaikan yang diberikan dapat menjadi amal jariyah”, tambahnya sebelum mengakhiri acara wisuda. (cit/one) 
 

Belum ada komentar, jadilah yang pertama Komentar !