Rabu, 28 Januari 2026, Sekretaris, Kepala Subbagian Umum dan Keuangan, serta Analis Keuangan APBN Pengadilan Agama Situbondo mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Keuangan Negara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pemahaman dan kualitas pengelolaan keuangan satuan kerja. FGD diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Seluruh peserta dari Pengadilan Agama Situbondo mengikuti kegiatan tersebut di Ruang Media Center. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar sejak awal hingga akhir. “FGD ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar Sekretaris Pengadilan Agama Situbondo.

FGD Pengelolaan Keuangan Negara ini menghadirkan Ismu Karyanto sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan berbagai kebijakan dan mekanisme terbaru terkait pengelolaan keuangan negara. Materi disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami oleh peserta. Peserta terlihat aktif menyimak dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman. “Pengelolaan keuangan harus dilakukan secara akuntabel dan transparan,” tegas Ismu Karyanto.

Salah satu materi yang dibahas dalam FGD ini adalah monitoring pelaksanaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Narasumber menjelaskan pentingnya pengawasan penggunaan KKP agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain KKP, FGD juga membahas monitoring pelaksanaan pembayaran melalui Cash Management System (CMS). Narasumber menjelaskan alur pembayaran serta potensi kendala yang sering terjadi di lapangan. Peserta diingatkan untuk selalu melakukan pengecekan dan pencatatan secara cermat. CMS dinilai mampu mendukung percepatan dan ketepatan transaksi keuangan. Diskusi ini memberikan pemahaman teknis yang lebih mendalam bagi peserta. “Pemanfaatan CMS harus diiringi dengan ketelitian dan disiplin administrasi,” kata Ismu Karyanto.
Materi selanjutnya membahas koordinasi satuan kerja dengan pihak bank terkait transaksi cashless. Narasumber menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara satker dan bank mitra. Transaksi non-tunai dinilai mampu meningkatkan keamanan dan transparansi keuangan. Peserta diberikan arahan mengenai langkah-langkah koordinasi yang efektif. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kendala teknis dalam pelaksanaan transaksi. “Koordinasi yang baik akan mendukung kelancaran sistem cashless di satker,” jelas narasumber.