Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) menyelenggarakan kegiatan Mental Health Awareness bagi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama secara nasional melalui platform daring. Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengadilan Agama Ngawi di ruang Multimedia Center secara zoom meeting sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran kesehatan mental aparatur peradilan. Acara ini dilakukan pada hari Selasa, 12 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., Plh Panitera Ahmad Atas Muhrof, S.H.I., para hakim, serta seluruh aparatur Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan Mental Health Awareness ini mengangkat tema “Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara” yang menekankan pentingnya ketahanan mental dalam menjalankan tugas peradilan. Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian selaku CEO ESQ Corp, yang menyampaikan materi terkait penguatan karakter, pengelolaan emosi, serta strategi menghadapi tekanan kerja di lingkungan peradilan.
Dalam penyampaiannya, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian menekankan bahwa aparatur peradilan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi hukum, tetapi juga ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tekanan psikologis. Ia menjelaskan bahwa beban kerja yang tinggi, kompleksitas perkara, serta tuntutan pelayanan publik yang cepat dan akurat dapat menjadi faktor pemicu stres jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, setiap aparatur peradilan perlu memiliki kesadaran diri yang tinggi dalam menjaga kesehatan mental. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sebagai bagian dari resiliensi. Kegiatan ini juga memberikan ruang refleksi bagi peserta untuk memahami kondisi psikologis diri masing-masing. Para peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda kelelahan mental dan cara mengatasinya secara sehat dan produktif. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan kerja peradilan yang lebih sehat, harmonis, dan profesional.


Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta di Pengadilan Agama Ngawi. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan serius karena materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi pekerjaan di lingkungan peradilan. Diskusi interaktif juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih dalam terkait pentingnya mental health awareness.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama berharap seluruh aparatur peradilan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam mendukung kinerja yang optimal. “Kesehatan mental yang kuat adalah fondasi utama bagi aparatur peradilan untuk tetap profesional, adil, dan berintegritas dalam setiap keputusan yang diambil,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.