Senin, 15 Juni 2026, Sekretaris Pengadilan Agama Situbondo, Hillyah Sa’diah, S.H., M.H., mengikuti kegiatan Pembinaan Ketua Kamar Agama, Hakim Agung Kamar Agama, dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama se-Indonesia serta Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Timur. Acara berlangsung di Pengadilan Agama Kota Malang dengan penuh khidmat dan antusiasme peserta. Pembinaan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar satuan kerja di lingkungan peradilan agama. Kehadiran para pimpinan peradilan menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Pengadilan Agama Situbondo turut berpartisipasi aktif melalui kehadiran Sekretaris sebagai representasi unsur kesekretariatan.

Kegiatan pembinaan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., yang mewakili Direktur Jenderal Badilag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menyatukan visi dan hati dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Menurutnya, pelayanan yang prima hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur memiliki tujuan dan semangat yang sama. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus membangun budaya kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat pencari keadilan. Pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Peserta tampak menyimak dengan seksama setiap arahan yang disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Arief Hidayat menegaskan bahwa integritas harus menjadi pondasi utama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain integritas, profesionalisme juga menjadi aspek yang wajib dimiliki oleh setiap aparatur peradilan. Beliau menyampaikan bahwa perubahan yang terjadi di tengah masyarakat menuntut adanya kemampuan adaptasi yang baik dari seluruh insan peradilan. “Integritas harus menjadi pondasi utama, disertai profesionalisme dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat,” tegasnya. Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari seluruh peserta yang hadir. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Selain membahas integritas dan profesionalisme, pembinaan juga menyoroti pentingnya mempererat solidaritas di lingkungan peradilan agama. Solidaritas yang kuat diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif. Dengan adanya kebersamaan, berbagai tantangan dan hambatan dapat dihadapi secara lebih efektif. Para peserta diajak untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antar satuan kerja. Hal tersebut penting guna mendukung tercapainya target kinerja lembaga secara optimal. Semangat kebersamaan menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.